Sebuah Kritik untuk Antusiasme Dirt Bike Indonesia

Sejak awal booming-nya di tanah air pada awal tahun 2000-an, saat ini olahraga offroad enduro (dan motocross tentunya) semakin marak saja dengan mulai diperhitungkannya Indonesia sebagai pasar potensial bagi beberapa merk sepeda motor trail yang sudah terkenal dalamn dunia offroad enduro. Sebut saja KTM, Husaberg, Husqvarna, Gas Gas, sudah mulai melebarkan sayap usahanya di Indonesia melalui dealer resmi maupun pemain individu.

Dengan jumlah penduduk diatas 230 juta jiwa, tentu Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata oleh perusahaan perusahaan otomotif manapun. Berkaca dari suksesnya Honda dan Yamaha mendulang ‘rezeki’ di tanah air sejak tahun 70-an, perusahaan perusahaan otomotif roda dua yang meng-khusus-kan ‘bermain’ di segmen offroad mulai mencoba peruntungannya di Indonesia.

Sebagai ukuran, saat ini sudah lazim ditemukan event event dirt bike hingga ke daerah daerah di seluruh Indonesia. Dari yang berskala nasional dan dinaungi IMI (Ikatan Motor Indonesia) atau IOF (Indonesia Offroad Federation), hingga event event ‘underground’ yang sifatnya DIY (Do It Yourself), saat ini semakin banyak bermunculan. Namun sebagaimana pepatah bilang: nothing’s perfect, ternyata berlaku pula di dunia dirt bike tanah air ini.

Ya, kami percaya bahwa antusiasme kegiatan offroad dirt bike tanah air semakin hari semakin besar. Merk motor yang ikutan ‘turun gunung’ pun makin ‘aneh aneh’ dan diluar kebiasaan… ada Sherco, Beta, Ossa, Benelli, Diablo, Viva, dan Mikilon.

Namun ketika memandang sisi non teknis, kami merasa perlu sedikit menyoroti beberapa hal yang mungkin bisa menjadi perhatian para penyelenggara event offroad dirt bike tanah air di masa mendatang.

1. Iklan Rokok

Sah sah saja mengusung tema apapun untuk kegiatan dirt bike offroad. Namun bagi 24stroke tidak sepatutnya kegiatan olahraga dirt bike memberikan peluang bagi perusahaan rokok untuk men-sponsori kegiatan olahraga. Dimana tujuan mulia olahraga adalah kesehatan. Menggandeng iklan rokok demi mendapatkan dana besar menurut kami bukanlah hal yang bijaksana. Buat para pengiklan rokok tanah air… thanks but no thanks. Thanks, karena bagaimana pun juga Anda punya andil besar dalam membantu menyebarkan virus dirt bike tanah air. But no thanks, karena skema sponsorhip ini melawan hati nurani kebanyakan pemain dirt bike tanah air.

2. Sexy Dancers

Salah satu sorotan 24stroke adalah kemunculan sexy dancers (entah cewek asli atau transgender) yang sepertinya sudah lazim wajib dihadirkan di tengah atau penghujung event event otomotif. Hey, ini dirt bike bung! jangan disamakan dengan event otomotif mainstream lah. Apalagi menurut pantauan kami, audiens yang hadir di setiap event atau kejuaraan offroad roda dua ini banyak juga yang masih berusia dibawah 10 tahun. Tidak pantas mengumbar ‘syahwat’ di muka umum, terlebih di depan anak anak seusia itu.

So guys, mudah mudahan kritik saran ini dapat menggugah Anda yang berniat mengadakan event event dirt bike tanah air. Pepatah mengatakan: banyak jalan menuju Roma. Apa cuma segitu kemampuan Anda mencari sponsor? apa cuma segitu kemampuan Anda menarik minat penonton? mentok mentok kesitu lagi, kesitu lagi. Be creative guys!

Featured photo by IndonesianDirtBike

3 thoughts on “Sebuah Kritik untuk Antusiasme Dirt Bike Indonesia”

  1. Saya setuju 1000% dg om 24stroke…
    berkaca dari event yg sama diluar negeri terutama negara Barat mereka memisahkan adventure dg event std lainya… lain lubuk lain ikanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *