FBH versus FBY… Mau Sampai Kapan?

Jadi begini. Ngga disini, ngga di Eropa, ngga di Amerika yang namanya Fan Boy atau ‘penggemar’ suatu merk tertentu biasanya punya ego tinggi buat meledek kompetitor lainnya (baca: fan boy kompetitor). Lihat saja tuh yang namanya fan boy Apple mesti ribut terus sama fan boy Android. Dari perang komentar, sampai perang meme yo jalan terus dari dulu sampai entah kapan.

Nah, ternyata virus debat dan saling ledek ini bukan cuma milik fan boy Apple dan Android, atau fan boy Persija dan Persib. Dunia otomotif roda dua dalam negeri pun ikut ramai ‘perang bintang’ di forum forum, website, blog, dan lain-lain kalo ada produk baru muncul dan menarik perhatian ‘lawan’.

Yang paling menarik itu adalah kalau fan boy Honda (FBH) ketemu fan boy Yamaha (FBY). Udah pasti ribut layaknya fans Manchester United ketemu fans Liverpool. Jadi semacam rival abadi aja itu. Padahal banyak juga tuh FBK (Kawasaki) dan FBS (Suzuki). Tapi kayaknya nggak seramai kalau FBH ketemu FBY di dunia maya ini.

Dari polarisasi ini, sebenarnya ada sisi positif yang bisa kita petik juga. Komentar polos apa adanya dari user adalah komentar sejati atau terbaik yang bisa menjadi otokritik buat para pelaku research and development di masing-masing perusahaan otomotif roda dua khususnya, terlebih lagi buat calon konsumen/user.

Sebagaimana penelusuran di berbagai forum dan website, kita sering jumpai sisi kelam yang bisa jadi belum diketahui khalayak umum semisal urusan gaji pabrik, waktu kerja karyawan pabrik, sampai urusan kualitas produk yang dihasilkan.

Dari mana kita tahu hal hal semacam itu? Ya dari kolom komentar, entah di forum, website, blog, atau sosmed.

Sisi negatifnya adalah kadang kala mencuatnya pihak ketiga yang sengaja ambil bagian demi perlunya ‘eksistensi’ atau lebih parah adalah black campaign. Nah, kalo sudah bablas ngawur ngidul begini, saran kami lebih baik calon konsumen atau user yang sedang mempertimbangkan untuk membeli suatu produk yang sedang hot dibahas tadi, tidak serta merta menjadikan forum atau website tersebut sebagai satu satunya tolok ukur.

Kita percaya lah, bahwa di era keterbukaan ini, semua orang punya hak untuk mendapat informasi sedetil-detilnya dan senetral-netralnya. Yaga yaga?!

Untuk itulah 24stroke.com hadir sebagai salah satu alternatif informasi yang memberikan preferensi seadil-adilnya tanpa memihak salah satu vendor/merk. Kalau pun suatu saat nanti ada vendor/merk tertentu yang datang kepada kami untuk pasang iklan atau advertorial, insyaAllaah 24stroke.com tetap akan menjadi media online dirt-bike Indonesia yang adil untuk vendor, user, maupun pembaca.

Bagaimana kalo ribut ribut FBH vs FBY ikut menjangkiti website ini? Selama masih dalam koridor adat ketimuran dan tidak cenderung brutal, insyaAllaah kami akan biarkan. Kalo udah kelewatan, udah pasti 100% hal hal semacam itu akan kami sensor/hapus dari peredaran. Ingat… 24stroke.com bukan tipe website yang suka mengeruk keuntungan dari adanya ribut ribut semacam ini demi traffic, popularitas, atau Alexa rank. Catet gan!

image courtesy of ultimatemotorcycling.com

Kasih Komentar Disini