I6DE (Indonesian Six-Days Enduro) Borneo 2014

Olahraga off-road enduro tidak pernah se-‘sadis’ ini jika dilakukan pada musim penghujan apalagi di Pulau Kalimantan. Indonesian Six-Days Enduro, atau yang biasa disebut I6DE, merupakan salah satu ajang olahraga off-road roda dua dengan durasi waktu terpanjang yang masih eksis di Indonesia hingga saat ini. Dikomandoi oleh Erickson, ajang pembuktian ketangguhan ‘man and machine’ ini berhasil menembus belantara hutan Borneo (Kalimantan) hingga ‘melipir’ ke perbatasan Indonesia – Malaysia selama 6 hari full off-road tanpa basa basi.

Kegiatan I6DE Borneo 2014 ini dimulai sejak tanggal 1 – 6 Desember 2014. Start dari Kota Singkawang dan finish di Kota Pontianak. “Jangan tanya kalo soal seru. Yang jelas banyak jalur bejat, pohon tumbang, lumpur ‘setan’, dan juga banyak jembatan-jembatan gantung ‘jahanam’ yang bikin sport jantung. Full adrenalin rush pokok-nya,” sahut Erick yang sudah pengalaman menukangi kegiatan semacam ini sejak tahun 2011 lalu.

Menurut panitia, pada event kali ini jumlah peserta dibatasi tidak lebih dari 50 orang. Dan seperti biasa, maniak off-road enduro yang ikutan event ini juga tidak hanya berasal dari Kalimantan, banyak juga yang berasal dari kota-kota di luar Kalimantan semisal Solo, Medan, Jakarta, dan lain lain.

Salut buat panitia yang tetap konsisten di dunia off-road enduro meski belum ada dukungan berarti dari pemerintah (baca: Kementerian Pariwisata). Dan juga salut buat para peserta yang berhasil melalui ‘neraka’ Borneo ini dengan fisik dan mental yang tetap prima. Mudah-mudahan tidak ada peserta yang kapok ikutan event I6DE lagi di tahun-tahun berikutnya. Semoga saja! /** (TG)

RESUME PERJALANAN I6DE BORNEO 2014
by Erickson Andi Lolo

H1: Perjalanan dari kota singkawang 1 Desember 2014 dilepas oleh walikota singkawang dan penyiksaan pertama adalah lahan gambut dari semua peserta (31 orang) hanya 7 orang terdepan yang lolos itu pun harus dibantu penduduk, sedangkan peserta lainya putar balik dan mengambil jalur buangan, karena kehabisan banyak waktu di area gambut dan beberapa peserta juga terkena rintangan kubangan air di area sawit di Perkebunan Kedondong akhirnya peserta yang menyelesaikan jalur untuk H1 ini cuma 15 orang saja. Selebihnya terpaksa kami alihkan melalui jalur evakuasi langsung menuju penginapan di Sanggau Ledo. Rute besok menuju suti semarang di area Gunung Niut.

H2: Start dari Sanggau Ledo menuju Suti Semarang seluruh peserta berhasil lolos dari rintangan H2 ini tapi sampai di garis finsih semua peserta terlihat sangat drop fisiknya. Setelah beristirahat semalam dengan hidangan ala dusun Suti Semarang akhirnya para rider siap meneruskan perjalanan untuk H3.

H3: Pagi jam 08:00 WITA, dari 29 rider yang finish di Suti Semarang akhirnya 7 rider mengundurkan diri dan memilih jalan alternatif ke Desa Seribu. Finish etape 3. Sedangkan 22 rider masuk ke jalur D3. Smua peserta diuji mentalnya di special track hari ke-3 ini. Semua lolos walapun ada beberapa peserta masuk jam 12 malam di Serimbu dan 1 motor ditinggal di dalam jalur yaitu KTM 250 EXC milik rider dari Medan. Pagi harinya kami evakuasi dan semua berjalan lancar.

H4: Perjalanan hari ini ringan saja menuju kota ngabang dan semua peserta berhasil finish dengan selamat.

H5: Hari ke-5 ini semua peserta akan menuju kota Tayan. Jalur hari ini ada yang kita rubah karena jalur kami menyusur sungai Landak tergenang air setinggi leher jadi terpaksa kami fungsikan jalur alternatif yang sudah kami rekayasa.

H6: Hari ini perjalanan berjalan singkat saja. Jarak 150 km dihajar oleh peserta cuma dalam waktu 3 jam antara Tayan dan kota Pontianak. Semua peserta finish dengan aman dan selamat.

Day 1: Singkawang to Sanggau Ledo via Malaysia
Day 2: Sanggau Ledo to Suti Semarang
Day 3: Suti Semarang to Serimbu
Day 4: Serimbu to Ngabang
Day 5: Ngabang to Tayan
Day 6: Tayan to Pontianak

Total jarak tempuh +- 850 KM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *