Saat VIAR Cross X 250 EC Ikut-ikutan ‘Merusak’ Pasar Enduro Tanah Air

Seperti sudah diduga sebelumnya, semakin hari semakin runcing saja kompetisi di segmen enduro/off-road tanah air. Di segmen minor ini beberapa pabrikan motor di tanah air sudah tidak mau main-main dan 100% serius menggarap ceruk bisnis varian motor garuk tanah. Belum lagi pemasok motor-motor built-up dari luar negeri. Pehh pehh pehh…¬† semakin ramai saja gan.

Di belantara pasokan motor-motor 2×1 yang kami amati VIAR termasuk pemasok kendaraan bermotor roda dua hingga roda tiga yang cukup serius di wilayah ini. Diem-diem VIAR rupanya punya ‘jagoan’ yang cukup mumpuni untuk berkompetisi di sektor trail kelas ringan dan menengah.

Continue reading Saat VIAR Cross X 250 EC Ikut-ikutan ‘Merusak’ Pasar Enduro Tanah Air

4-Stroke Motocross: Siapa Lebih Duluan… KTM atau Yamaha?

Tidak adil rasanya jika penggemar motocross jaman now melupakan sejarah. Dua puluh tahun lalu, tepatnya tahun 1997, dianggap tahun yang mengubah sejarah dunia motocross modern dengan dimulainya 2 pabrikan besar motor yang menurunkan 2 kroser-nya untuk berlaga di ajang AMA Supercross dengan motor garuk tanah bermesin 4-stroke/4-tak.

Dari sepengetahuan 24stroke selama ini, Yamaha adalah pabrikan pertama yang menggunakan motor 4-tak di ajang AMA Supercross dengan Doug Henry #20 sebagai pebalapnya. Ia waktu itu menggunakan Yamaha YZM400F, jenis motocross 4-tak modern yang pertama kali dibuat oleh pabrikan garpu tala.

Continue reading 4-Stroke Motocross: Siapa Lebih Duluan… KTM atau Yamaha?

David vs Goliath: GazGas Hummer 250 Pro

Dari sekian banyak ulasan mengenai persaingan merk motor trail mainstream kelas ringan yang sedang HOT akhir-akhir ini, mata kami tertuju pada sebuah merk motor trail yang sepertinya masih dipandang sebelah mata.

Nama merk motor ini adalah GazGas, memang kedengeran unik, karena dalam hal pengucapan lisan, hampir mirip dengan merk motor asal negeri matador, GasGas.

Continue reading David vs Goliath: GazGas Hummer 250 Pro

FBH versus FBY… Mau Sampai Kapan?

Jadi begini. Ngga disini, ngga di Eropa, ngga di Amerika yang namanya Fan Boy atau ‘penggemar’ suatu merk tertentu biasanya punya ego tinggi buat meledek kompetitor lainnya (baca: fan boy kompetitor). Lihat saja tuh yang namanya fan boy Apple mesti ribut terus sama fan boy Android.¬†Dari perang komentar, sampai perang meme yo jalan terus dari dulu sampai entah kapan.

Nah, ternyata virus debat dan saling ledek ini bukan cuma milik fan boy Apple dan Android, atau fan boy Persija dan Persib. Dunia otomotif roda dua dalam negeri pun ikut ramai ‘perang bintang’ di forum forum, website, blog, dan lain-lain kalo ada produk baru muncul dan menarik perhatian ‘lawan’.

Continue reading FBH versus FBY… Mau Sampai Kapan?